Yayasan Al Muslim Jawa Timur mengadakan pembinaan keahlian keguruan yang bertajuk Upgrading Al Muslim Teachers' Skill dengan materi pertama yakni “Leadership dalam Kinerja” yang disampaikan oleh Ir. Hj. Erlina Nasution, M.Pd (Pembina Yayasan Al Muslim Jatim) dan Dr. Nurul Hamida, S.S., M.Pd (Kabid Pendidikan Yayasan Al Muslim Jatim).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan karyawan dari setiap unit (KB-TK-SD-SMP-SMA) Al Muslim Jawa Timur serta guru dan karyawan TPA-KB-TK Lasiyam Surabaya. Kegiatan pembinaan dimulai tepat pada pukul 09.35 WIB dengan ditandai oleh pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur'an. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi inti yakni pemaparan materi oleh narasumber.
Berkaitan dengan topik pembinaan, terdapat 7 (tujuh) aspek Leadership, antara lain ; Mengenal diri, Komunikasi, Akhlak, Proses belajar, Mengambil keputusan, Mengatur, dan Kerja sama. “Nah kita semua sudah mengerti 7 aspek leadership dan bagaimana kita mengajarkan kepada anak-anak. Sekarang fokus kita adalah bagaimana kita menerapkan ilmu itu ke dalam diri kita sendiri, apakah kita sudah mengenal diri sendiri, sudah dapat berkomunikasi dengan baik, sudah memiliki akhlak yang baik, dan lain sebagainya” ucap Ustadzah Erlina mengawali sesi inti.
Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bagaimana penerapan leadership yang sudah diajarkan kepada anak-anak, termasuk hambatan dan kendala yang dialami di setiap unit. “Sebagai seorang pendidik, sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kita untuk mendidik anak-anak. Wali murid sudah meng-amanahkan anak-anaknya kepada kita, sehingga kita harus mengetahui masing-masing karakter anak dan bagaimana kita menyikapinya. Apalagi sekolah kita adalah sekolah karakter, jadi sebisa mungkin selain kita menekankan pada akademik siswa, kita juga mengutamakan akhlaknya agar menjadi baik” lanjutnya.
Senada dengan yang disampaikan oleh Ustadzah Erlina, Ustadzah Nurul Hamida juga menyampaikan bahwa perlu ada beberapa perbaikan yang dilakukan oleh setiap civitas akademika di lingkungan sekolah, termasuk bagaimana cara menegur siswa yang baik dengan metode pendekatan kepada siswa. Tak hanya itu, beliau juga menuturkan bahwa perlu adanya komunikasi yang baik dengan wali murid agar dapat saling mengetahui pembiasaan aktivitas siswa selama di rumah dan di sekolah. Hal tersebut berkaitan erat dengan kedisiplinan dan kepekaan siswa terhadap kebersihan lingkungan sekitar.
“Saya mohon PR karakter itu jangan sampai putus. Kita biasakan kepada anak-anak sampai menjadi habit. Tidak hanya berfokus pada akademik saja, tapi kita juga perlu tanggap pada pembiasaan karakter anak-anak. Termasuk kita harus memperbaiki komunikasi yang baik dengan wali murid agar pembiasaan yang sudah kita terapkan kepada anak-anak di sekolah dapat di-support oleh orang tua, begitupun sebaliknya” pungkasnya.
(Azra Sasabilla)